Zuraida Amala

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara Indonesia

Sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia dimulai dengan dibacakannya sebuah pidato yang waktu itu masih belum memiliki judul oleh Soekarno pada sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (BPUPK, atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan yang nantinya diubah menjadi Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang jatuh pada tanggal 1 Juni 1945. Hingga hari ini, hari lahirnya Pancasila masih sering diperingati oleh masyarakat-masyarakat Indonesia meskipun tidak ada perayaan yang megah seperti yang layaknya terjadi setiap tanggal 17 Agustus.

Pancasila

Perjalanan Panjang Lahirnya Pancasila
Pada masa-masa akhir Perang Dunia II, kekalahan Jepang pada sekutu dalam perang Pasifik tak lagi bisa disembunyikan. Hal ini mendesak Jenderal Kuniaki Koisi yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang untuk mengumumkan sebuah rencana untuk Indonesia ke depannya pada tanggal 7 September 1944. Hal yang diumumkan oleh Koisi ternyata adalah sebuah rencana untuk memerdekakan Indonesia ketika Jepang berhasil memenangkan perang Asia Timur, berharap pengumuman ini akan membuat Indonesia berpikir bahwa pasukan Sekutu adalah perenggut kemerdekaan mereka. Bibit yang akan membentuk lahirnya pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia muncul ketika pada 1 Maret, Kumakichi Harada memberitahukan tentang pembentukan badan yang bertugas menyelidiki usaha persiapan kemerdekaan dengan nama Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau disingkat BPUPKI).

Ketika BPUPKI secara resmi dibentuk pada 29 April 1945, yang ditunjuk menjadi ketua adalah Radjiman Wedyodiningrat, didampingi oleh Raden Pandji Soeroso dan satu orang Jepang sebagai wakil ketuanya. Soeroso sendiri sebenarnya memegang posisi ganda, yaitu sebagai kepala sekretariat BPUPKI bersama Abdoel Gafar dan Masuda Toyohiko. Ketika didirikan, BPUPKI memiliki 67 anggota dengan 7 diantaranya merupakan orang Jepang yang tidak memiliki hak suara.

Pada 28 Mei 1945, BPUPKI mengadakan sidang pertama mereka di gedung Volksraad, Jalan Pejambon 6, Jakarta. Sidang hari pertama ini hanya merupakan upacara pelantikan, dan sidang sesungguhnya baru dimulai keesokan harinya selama empat hari. Pada sidang ini, Muhammad Yamin menyampaikan pidato dan merumuskan hal yang menjadi awal sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia, yaitu: ideologi Kebangsaan, ideologi kemanusiaan, ideologi ketuhanan, ideologi kerakyatan, dan ideologi kesejahteraan. Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mencetuskan dasar-dasar kebangsaan, internasionalisme, kesejahteraan, ketuhanaan, dan mufakat sebagai dasar negara. Ia juga memberi nama dasar-dasar tersebut Pancasila, dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau azas.

Usulan Pancasila milik Soekarno kemudian ditanggapi dengan serius, menyebabkan lahirnya Panitia Sembilan yang berisi Soekarno, Mohammad Hatta, Marami Abikoesno, Abdul Kahar, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, dan Wahid Hasjim. Panitia ini kemudian bertugas untuk merumuskan ulang Pancasila yang telah dicetuskan oleh Soekarno dalam pidatonya.

Rumusan selanjutnya yang nantinya menjadi pencipta sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia adalah ketika dibuatnya Piagam Jakarta, di sebuah rapat non-formal pada 22 Juni 1945 dengan 38 anggota BPUPKI. Pada pertemuan ini, terjadi debat antara golongan Islam yang ingin Indonesia menjadi negara Islam dan golongan yang ingin Indonesia menjadi negara sekuler. Ketika mereka mencapai persetujuan, dibuatlah sebuah dokumen bernama Piagam Jakarta yang di dalamnya terdapat usulan bahwa pemeluk agama Islam wajib menjalankan syariat Islam. Rancangan ini akhirnya dibahas secara resmi pada tanggal 10 dan 14 Juli 1945, dimana dokumen ini dipecah menjadi dua, bernama Deklarasi Kemerdekaan dan Pembukaan.

Pada sore hari di 17 Agustus tahun 1945, menyusul menyerahnya Kekaisaran Jepang, petinggi-petinggi masyarakat dari daerah Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kalimantan menemui Soekarno untuk menyatakan keberatan mereka terhadap rumusan sebelumnya yang menuliskan bahwa pemeluk agama Islam wajib menaati syari’at Islam. Soekarno dengan segera menghubungi Hatta dan merencanakan pertemuan dengan wakil-wakil dari golongan Islam yang tentu saja keberatan dengan usulan ini pada awalnya. Setelah diskusi cukup mendalam, kalimat dalam rumusan tersebut kemudian diubah menjadi “ketuhanan yang maha esa” demi menjaga kesatuan Indonesia.

Pada akhir tahun 1949, Republik Indonesia harus menerima rumusan penggantian bentuk pemerintahan menjadi negara federal dan hanya menjadi negara bagian Belanda. Pada masa ini, sudah terbentuk kerangka Pancasila yang hampir mengikuti Pancasila modern. Beberapa bulan setelah menjadi RIS, banyak negara bagian yang memilih bergabung dengan RI Yogyakarta, dan setuju mengadakan perubahan konstitusi RIS menjadi UUDS. Pada era kehancuran RIS ini, kerangka Pancasila belum berubah dari era awal RIS dibentuk oleh Belanda.

Ketika 5 Juli 1959 tiba, presiden Soekarno memutuskan untuk menetapkan UUD yang disahkan pada 18 Agustus oleh PPKI untuk menggantikan UUDS yang gagal menciptakan kestabilan negara pada saat itu. Menyusul penggunaan kembali UUD 1945, Pancasila yang menjadi rumusan resmi adalah Pancasila dalam pembukaan UUD, yang merupakan Pancasila yang kita kenal di era modern ini.

Hal lain yang menjadi titik penting dalam sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia adalah saat terjadi insiden Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965. Meskipun hingga saat ini masih sering terjadi perdebatan tentang siapa dan apa motif yang ada di belakang insiden ini, pihak militer bersama dengan kelompok agama terbesar pada waktu itu sepakat untuk menyebarkan kabar bahwa penggiat insiden ini adalah PKI yang ingin mengubah ideologi negara dari Pancasila menjadi ideologi Komunis. Karena upaya kudeta ini gagal, pemerintahan orde baru memutuskan 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila, menyimbolkan bahwa Pancasila menunjukkan kekuatannya (kesaktiannya) terhadap ideologi Komunis.

Demikian artikel singkat mengenai sejarah lahirnya pancasila yang mudah-mudahan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda tentang sejarah nasional. Baca juga artikel menarik lainnya mengenai Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang juga termasuk dalam kategori Nasional. Akhir kata kami ucapkan terima kasih banyak telah mengunjungi dan membaca artikel dari halaman kami Kumpulan Sejarah.

Baca Juga :

Sejarah Microsoft Office Serta Perkembangannya

Bagi masyarakat masa kini yang sudah terbiasa berhubungan dengan komputer, nama “Microsoft Office” bukan lagi sesuatu yang asing karena hampir setiap hari piranti lunak tersebut kita gunakan. Awal Sejarah Microsoft Officedimulai dari terciptanya Microsoft Office 1.0 pada 19 November 1990 dan terus berkembang hingga terciptanya purwarupa Office 16 yang mungkin akan diberi nama Office 2015 dan berencana dirilis pada musim semi tahun 2014.

office

Awal Mula Microsoft
Jika kita berbicara tentang “Microsoft,” tidak akan bisa lepas dari sosok yang ada di belakangnya yaitu William Hery Gates III atau yang lebih dikenal dengan nama Bill Gates. Bill Gates lahir di Seattle, wilayah Washington, tanggal 28 Oktober 1955. Ayahnya, William H. Gates, Sr. bekerja sebagai pengacara dan ibunya, Mary Maxwell Gates bekerja sebagai board director di First Interstate BancSystem dan United Way.

Awal Sejarah Microsoft Office Serta Perkembangannya

Yang menjadi langkah pembuka sejarah Microsoft Office  adalah saat Gates menginjak kelas delapan, dimana Mothers Club di sekolah tersebut membeli terminal ASR Teletype Model 33 dan blok waktu komputer di komputer dari Genral Electric untuk para murid sekolah. Hal ini kemudian menjadi awal ketertarikan Gates pada pemrograman sistem GE yang menggunakan BASIC dan ia diperbolehkan tidak mengikuti kelas matematika demi mengejar hobinya tersebut. Setelah donasi dari mothers club berakhir, mencoba-coba sistem lain termasuk minikomputer DEC PDP, dimana salah satu PDP-10 adalah milik Korporasi Pusat Komputer (CCC) yang akhirnya melarang Gates, Paul Allen, Ric Weiland, dan Kent Evans menggunakannya lagi setelah mereka tertangkap basah mengeksploitasi bug pada sistem operasi tersebut.

Pada Januari 1975, Gates menginisiasi kontak dengan Micro Instrumentation and Telemetry Systems (MITS) yang menciptakan mikrokomputer dan mengatakan bahwa ia sedang mengerjakan interpreter BASIC untuk platformnya. Meskipun berbohong, emulator Altair yang mampu berjalan di komputer mini dapat diselesaikan, lalu selesai juga interpreter BASICnya. Demonstrasi kedua interpreter tersebut berlangsung di Albuquerque dan sukses besar, membuat MITS merekrut Gates dan Paul Allen. Nama yang mereka pilih untuk kemitraan tersebut adalah “Micro-soft” dan pada 26 November 1976, nama Microsoft resmi didaftarkan.

Setelah memutuskan hubungan kemitraan dengan MITS, pada bulan Juli 1980 IBM menghampiri Microsoft dengan membawa contoh komputer personal yang akan mereka rilis yang bernama IBM PC. Pada awalnya, IBM meminta Microsoft untuk membuat interpreter BASIC. Saat utusan IBM menyebutkan mereka membutuhkan sistem operasi, Gates menyarankan untuk menggunakan CP/M yang dibuat oleh Digital Research (DRI) tapi komunikasi berjalan a lot. Beberapa minggu setelahnya, Gates kembali menyarankan mereka untuk menggunakan 86-DOS yang dibuat oleh Seattle Computer Products (SCP). Pada tanggal 20 November 1985, Microsoft akhirnya merilis versi retail pertama dari Microsoft Windows dan pada bulan Agustus 1986 bekerjasama dengan IBM untuk membuat sistem operasi baru bernama OS/2, yang meskipun selesai membuat kemitraan mereka agak terganggu.

Sejarah Microsoft Office dan Versi-Versinya
Sejarah Microsoft Office serta perkembangannya baru dimulai secara resmi pada 19 November 1990 dimana Office for Windows (yang juga sering disebut sebagai MS Office 1.0) dirilis untuk digunakan bersamaan dengan Windows 2.0. Versi Office pertama ini berisi Word 1.1, Excel 2.0, dan PowerPoint 2.0. Sebelum adanya Office 1.0, isi dari paket Office ini dijual terpisah untuk MS-DOS, dan alat input utamanya hanyalah keyboard karena di masa itu, mouse adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh semua orang. 4 Maret 1991 menandakan rilisnya Microsoft Office 1.5 dimana pada paket ini mereka meningkatkan versi Excel menjadi Excel 3.0. Versi Excel yang baru ini mereka klaim jauh lebih baik dari Excel 2.0 karena mereka mendengarkan permintaan pengguna dan mengintegrasikannya dengan ide Excel yang pernah ada. Pada Excel baru juga ditambahkan toolbar yang mempermudah pengguna melakukan segala sesuatu dengan satu klik. Beberapa bulan setelah rilis, Microsoft Office 1.6 dirilis dengan penambahan piranti lunak yang diberi nama Mail 2.1.

Versi baru dari Microsoft Office tidak keluar hingga 30 Agustus 1992, dimana saat itu mereka memberikannya nama Microsoft Office 3.0 yang dirilis dalam versi CD-ROM dan memuat Word 2.0c, Excel 4.0a, PowerPoint 3.0, dan Mail. Nantinya, versi ini diganti namanya menjadi Microsoft Office ’92.

2 tahun berlalu tanpa ada versi baru yang dirilis, dan pada Juni 1994 akhirnya muncul Microsoft Office 4.0 yang di dalamnya terdapat Word 6.0, Excel 4.0, dan PowerPoint 3.0. Pada tahun yang sama, tepatnya tanggal 2 Juni, Microsoft Office 4.3 dirilis dan menjadi versi 16-bit yang terakhir. Microsoft 4.3 mencakup Word 6.0, Excel 5.0, PowerPoint 4.0, Mail 3.2, dan yang hanya ada dalam versi Pro, Access 2.0. Pada 3 Juli 1994, sebuah versi baru dirilis dan diberi nama Office for NT 4.2 yang di dalamnya terdapat Word 6.0, Excel 5.0, PowerPoint 4.0, dan Microsoft Office Manager.

Sejarah Microsoft Office memasuki babak baru dengan dirilisnya Office 95 yang bersamaan dengan rilisnya sistem operasi Windows 95. Baru sejak versi inilah, seluruh aplikasi MS Office memiliki versi yang sama, dan dalam kasus Windows 95 versi yang digunakan adalah 7.0.

1 tahun adalah waktu yang dibutuhkan Microsoft untuk merilis Office 97 (8.0) dengan medium rilis CD-ROM dan dalam set yang berisi 45 3½ floppy. Service Release 2 dikeluarkan untuk mencegah kerusakan karena Y2K. Sejarah Microsoft Office serta perkembangannya terus berlanjut dan merilis Office 2000, XP, 2003, 2007, 2010, 2013, dan sedang mempersiapkan yang mungkin akan diberi nama Microsoft Office 2015.

Baca Juga :

Mengajarkan Bilingual Sejak Dini

Mengajarkan Bilingual Sejak Dini

Masih banyak orang tua yang takut mengajarkan dua bahasa (bilingual) kepada anaknya. Alasannya, bilingual bisa membingungkan anak dan bahkan mengakibatkan anak terlambat berbicara.

Padahal, faktanya, anak yang bilingual tidak akan mengalami keterlambatan bicara. Sebab, dalam otak manusia lebih dulu ada program Language Acquisition Device (LAD) yang memungkinkan bayi melakukan analisis dan memahami aturan dasar bahasa yang mereka dengar. Jadi, sejak awal anak memiliki kemampuan untuk menguasai lebih dari satu bahasa.

Psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli menyatakan, mengajarkan dua bahasa kepada anak memberikan manfaat seperti kemampuan kognitif anak yang lebih baik sehingga anak dapat mengingat, menghafal, menganalisis, serta memiliki konsentrasi yang lebih baik.

“Seorang anak bilingual, selain memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, akan memiliki kemampuan personal dan sosiokultural yang lebih baik jika dibandingkan dengan yang monolingual,’’ jelasnya.
Menghilangkan komedo selamanya cukup dengan cara ini! Bukan cuman kulit yang bermasalah ternyata
Cukup lakukan setiap hari di malam hari
Setelah beberapa kali penggunaan teratur, ini yang keluar
Kenali sejak dini tanda-tanda terserang parasit dalam tubuh
Rambut rontok teratasi hanya dengan sekali penggunaan….
Hanya terbuat dari bahan alami yang membantu memelihara akar rambut !
Ditemukan, ramuan jitu untuk menumbuhkan anak rambut!!
Cukup lakukan ini dirumah…

Jika ingin mengajarkan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, orang tua bisa memulainya dengan memberikan porsi yang seimbang antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia kepada anak. Misalnya, ayah lebih sering berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, sedangkan ibu lebih sering berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Jika anak mengalami code mixing (campur kode), orang tua tidak perlu khawatir karena hal itu akan hilang sendiri. Ketika anak semakin dewasa, mereka akan bisa membedakan berbagai macam bahasa dan bakal mengerti bagaimana menggunakannya.
EKSPANSIF: Membuka sekolah pertamanya di Jakarta pada 1995, kini EF English First memiliki lebih dari 74 sekolah di 34 kota di seluruh Indonesia. (English First for JawaPos.com)

Ada banyak cara mengajarkan bahasa Inggris sejak dini kepada anak yang

bisa dilakukan orang tua. Kunci dalam belajar bahasa Inggris adalah membuatnya menyenangkan. Ciptakan lingkungan belajar yang santai dan lakukan kegiatan yang menarik seperti bermain musik, menonton kartun anak-anak atau film, menyanyikan lagulagu bahasa Inggris, bermain game, atau berpartisipasi dalam bermain. Jika anak-anak memiliki pengalaman positif dalam belajar, mereka ingin belajar lebih banyak tentang bahasa Inggris.

Jika orang tua ingin si kecil merasakan serunya belajar, orang tua bisa mendaftarkan si kecil di EF English First. Berpengalaman lebih dari 50 tahun, EF mengembangkan sistem belajar bahasa Inggris paling efektif, yaitu Efekta™.

Efekta™ menggabungkan pembelajaran di kelas dengan kegiatan interaktif

sehingga kegiatan belajar tidak membosankan. Menyambut tahun pelajaran baru sekolah, EF memberikan diskon besar-besaran hingga Rp 2,5 juta dan bonus merchandise eksklusif EF. Orang tua bisa mengunjungi EF.ID/semangatsekolah atau mendatangi EF center terdekat.

EF English First merupakan bagian dari EF Education First, sekolah pelatihan bahasa swasta terbesar di dunia yang didirikan pada 1965 dengan misi membuka dunia melalui pendidikan. Sebagai bagian dari jaringan EF dengan 500 sekolah dan kantor di 53 negara, EF English First telah membantu lebih dari 15 juta siswa belajar bahasa Inggris.

Membuka sekolah pertamanya di Jakarta pada 1995, kini EF English First

memiliki lebih dari 74 sekolah di 34 kota yang tersebar, baik di ibu kota provinsi maupun kabupaten di seluruh Indonesia. Secara global, EF memiliki lebih dari 500 sekolah dan kantor di 53 negara di seluruh dunia.

Baca Juga :

Cara Pertama Menangkal Hoaks Adalah Waspadai Kabar BombastisBantu Wujudkan Cita-cita Anak Bangsa Lewat Kimia Farma MengajarSMPN 1 Kemang Sabet Juara di Turnamen SilatEkskul Bola Tangan SMP IBG Bertabur PrestasiUmmul Quro Cetak Atlet Panahan

Cara Pertama Menangkal Hoaks Adalah Waspadai Kabar Bombastis

Cara Pertama Menangkal Hoaks Adalah Waspadai Kabar Bombastis

Penyebaran berita bohong alias hoaks di negeri ini tidak bisa dianggap enteng. Apalagi, jumlah pengguana internet diperkirakan menembus 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen dari jumlah penduduk di seluruh Indonesia.

Oleh karena itulah, peran media, terutama yang berbasis siber sangat penting untuk membantu masyarakat menangkal badai berita bohong yang semakin hari semakin kencang berembus serta meresahkan tersebut.

Hal inilah pesan utama dalam Lokakarya Media II bertajuk ’Pengenalan Media Siber, Berita Hoaks, Serta Peraturan yang Terkait’ yang dilaksanakan di The Singhasari Resort, Batu, pada 5 dan 6 Agustus 2019 tersebut.
Bupati Magetan Suprawoto (kiri) menjadi salah seorang pembicara pada Lokakarya Media II di Batu, Jawa Timur (6/8). (Ainur Rohman/Jawa Pos )

Acara ini diinisiasi oleh SKK Migas dengan mengundang 34 redaktur media

cetak, elektronik, online dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lokakarya ini juga diikuti perwakilan dari Kontraktor Kontrak Kerjasama Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa).
Jangan anggap remeh jika gatal terus menerus pada tubuh Anda
Ahli medis ungkap cara cepat basmi parasit
Diskon gila-gilaan. S9 hanya 2 juta rupiah sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!
Cukup 5 menit setiap harinya untuk menyehatkan sendi
Rasa nyeri pada sendi hilang dengan teratur melakukan
S9 hanya Rp. 2.150.000! Harga termurah hanya di sini! Fitur terbaru dengan teknologi canggih!
Copy asli S9 dengan kualitas terpercaya! Laris di pasar internasional

Dalam materinya, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)

periode 2017-2020 Wenseslaus Manggut mengatakan bahwa masyarakat harus lebih hati-hati ketika menerima informasi baru. Terutama yang berasal dari media sosial. Sebab, bisa saja itu adalah berita palsu.

Untuk mengukurnya, Wenseslaus mengatakan bahwa ada beberapa ciri bahwa berita tersebut bisa saja mengandung hoaks. Antara lain kabar tersebut sangat bombastis, sensasional, menumpangi isu yang sedang ramai, dan seringnya menjelek-jelekkan seorang tokoh secara berlebihan dan cenderung ekstrem. ’’Jadi memang harus diverifikasi betul kebenarannya,’’ ucapnya.

Wenseslaus menambahkan bahwa dari studi yang dilakukan oleh sejumlah

akademisi dari New York University dan Princeton University yang sudah dimuat dalam lama Science Advance, orang tua justru menjadi sosok kunci dalam penyebaran hoaks.

Sumber :

https://nashatakram.net/

Bantu Wujudkan Cita-cita Anak Bangsa Lewat Kimia Farma Mengajar

Bantu Wujudkan Cita-cita Anak Bangsa Lewat Kimia Farma Mengajar

PT Kimia Farma Tbk kembali menggelar acara Kimia Farma mengajar sebagai bagian dari kepedulian BUMN bidang Farmasi ini untuk memberikan pengetahuan kepada ribuan anak-anak di seluruh pelosok negeri. Sebanyak 600 karyawan berbagai profesi dilibatkan dalam kegiatan belajar serentak di 48 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Sebagai bagian dari masyarakat, Kimia Farma juga ingin memberikan kontribusi dalam kegiatan Pendidikan untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa dalam memberikan inspirasi,” kata Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir dalam sambutannya di SD 02 Cideng, Gambir, Jakarta Pusat (29/08).

Ia mengaku bangga karena ratusan karyawan Kimia Farma begitu antusias

untuk berbagi ilmunya secara serentak di sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebelumnya. “Saya berharap kegiatan ini dapat membangun cita-cita anak negeri dan menginspirasi untuk masa depannya nanti,” imbuhnya.

s untuk berbagi ilmunya secara serentak di sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebelumnya. “Saya berharap kegiatan ini dapat membangun cita-cita anak negeri dan menginspirasi untuk masa depannya nanti,” imbuhnya.

Kegiatan digelar serentak di 48 kabupaten/kota di berbagai wilayah Indonesia; mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua. Pada kelas ini, relawan karyawan Kimia Farma dengan berbagai profesi, ditantang untuk dapat menceritakan profesinya kepada murid sekolah dasar dengan cara uniknya untuk men-deliver pesan yang ingin disampaikan kepada murid sekolah dasar.
Jangan anggap remeh jika gatal terus menerus pada tubuh Anda
Ahli medis ungkap cara cepat basmi parasit
Diskon gila-gilaan. S9 hanya 2 juta rupiah sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!


S9 hanya Rp. 2.150.000! Harga termurah hanya di sini! Fitur terbaru

dengan teknologi canggih!
Copy asli S9 dengan kualitas terpercaya! Laris di pasar internasional
Hilangkan parasit bau mulut dengan hanya 5 menit sehari
Solusi untuk membantu mulut tidak lagi berbau … Coba sekarang

Program Kimia Farma Mengajar merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) yang diperingati pada 16 Agustus 2019. Program ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility dari Kimia Farma sebagai BUMN farmasi terbesar untuk turut andil mendukung Pemerintah dalam perkembangan pendidikan anak-anak di Indonesia.

Selain mengajarkan mengenai profesi dan isnpirasi, Kimia Farma juga

memberi bantuan pendidikan dan bantuan Kantin Sehat serta edukasi pola makan bergizi untuk mengedukasi seluruh perangkat sekolah mengenai pemilihan makanan/jajanan yang sehat. Di samping menaruh perhatian di bidang pendidikan, Kimia Farma bertekad dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan Indonesia Sehat.

Sumber :

https://egriechen.info/

SMPN 1 Kemang Sabet Juara di Turnamen Silat

SMPN 1 Kemang Sabet Juara di Turnamen Silat

Ekstrakurikuler sekolah seringkali menuai banyak prestasi dan keba­

nggaan. Siswa juga dibebaskan memilih kegiatan di luar jam pelajaran ini sesuai minat dan bakat mereka.

Namun menjalaninya, dibu­tuhkan komitmen siswa untuk rutin ikut kegiatan dan berlatih. Seperti para siswa SMPN 1 Kemang yang tergabung dalam ekstrakurikuler silat.

Karena hal itu pula, SMPN 1 Kemang kembali bertabur prestasi. Kali ini di

bidang pencak silat. Pasalnya, sekolah di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, ini berhasil menyabet juara berturut-turut pada beberapa turnamen silat di penghujung 2017 dan awal 2018 ini.

Menurut Kepala SMPN 1 Kemang, Yunari, selama 2017 sekolahnya menjuarai tiga turnamen pencak silat, yakni perlombaan pencak silat C Club Pesantren Darul Ulum Lido, kejuaraan pencak silat antarpelajar Jampang Silat Competition, dan kejuaraan pencak silat Kota Bekasi Open. ”Di awal 2018 ini pun siswa saya menang di kejuaraan Bogor Silat Championship 2018,” tambahnya.

Yunari menyebutkan, peserta yang menjuarai berbagai lomba ini adalah para siswa yang mengikuti ekstrakurikuler silat yang rutin berlatih sesuai jadwal.

Menurutnya, hal tersebut menjadi suatu bukti keber­hasilan para siswa ikut

ekstrakurikuler sesuai bakatnya masing-masing. ”Jadi, selain pencapaian akademik, pengembangan diri juga perlu disalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, agar bakat dan minat peserta didik berkembang dan akhirnya menuai prestasi,” tukasnya.(cr1/c)

Baca Juga :

Ekskul Bola Tangan SMP IBG Bertabur Prestasi

Ekskul Bola Tangan SMP IBG Bertabur Prestasi

Olahraga bola tangan mungkin masih awam terdengar. Namun, sekarang sudah mulai berkembang dan sangat pesat di Kota Bogor. SMP Informatika Bina Generasi (IBG) bahkan telah menjadikan olahraga ini sebagai ekstra­kurikuler bagi siswanya sejak 2012. Hingga saat ini telah banyak prestasi yang mereka dapatkan setiap tahun.

Menurut pelatih bola tangan di SMP IBG, Novi Rinata, mulai 2013, sekolahnya sering muncul sebagai juara di beberapa ajang, mulai dari tingkat kota hingga provinsi. Yang terbaru, SMP IBG meraih juara 1 putra-putri dalam kejuaraan bola tangan antar-SMP se-Jawa Barat yang digelar kampus Darul Hikam Interna­tional School Bandung.

“Bahkan pemain kami, putra dan putri menjadi pemain terbaik, yaitu Fajar

Restu Mulyadi dan Shakira Nurjanah dari kelas 8,” tambahnya.
Ia menceritakan, latihan rutin pun kerap dilakukan untuk meningkatkan kualitas teknik juga fisik bagi siswa yang mengikuti kejuaraan. “Latihan secara rutin tiga kali dalam seminggu, dan saya selalu menerapkan kedisiplinan da­lam latihan dan rasa keke­luargaan, sehingga saat bermain kekompakan tim akan terjaga,” cerita Novi.

Nah, dalam waktu dekat ini, SMP IBG akan kembali meng­ikuti ajang Liga

Pelajar se-Bogor Raya. Tepatnya Februari. Ia pun sedang giat melatih siswa agar siap menghadapi lawannya nanti.

”Kami akan mempertahan gelar juara, karena dua tahun kemarin, berturut-turut kami muncul sebagai juara. Dan jika juara, ini akan menjadi keun­tungan bagi siswa agar bisa men­dapatkan jalur prestasi ke sekolah favorit yang mereka ingin­kan,” bebernya.

Bukan hanya dapat masuk ke sekolah favorit, Novi me­nuturkan, beberapa

siswa yang telah lulus dari SMP IBG bahkan telah menjadi atlet daerah untuk cabang olahraga bola tangan.

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Ummul Quro Cetak Atlet Panahan

Ummul Quro Cetak Atlet Panahan

Olahraga memanah merupakan salah satu cara melatih kebugaran dan kemam­puan motorik, konsentrasi dan fokus, menumbuhkan rasa percaya diri juga pengendalian emosi. Sangat baik jika dilatih sejak dini. SMPIT Ummul Quro misalnya, memiliki ekstraku­rikuler atau yang biasa mereka sebut minat bakat panahan bagi siswanya. Selain member­ikan manfaat-manfaat tersebut bagi siswanya, juga mencetak banyak atlet muda berbakat.

Salah seorang siswa kelas 8 yang mengikuti minat bakat panahan ini, Hafizh Kurnia Ernanto. Ia mulai menekuni panahan sejak duduk di kelas 7 SMP dan hingga saat ini telah mengumpulkan banyak medali. Menurutnya, di awal ia me­ngikuti lomba, sempat beberapa kali kalah.

“Awalnya pernah mengikuti lomba di Solo, lawannya sulit terkalahkan, di situ saya harus puas hanya bisa di peringkat 21. Tapi justru hal tersebut yang memotivasi saya untuk terus berlatih, dan belajar dari cara bermain lawan-lawan saya tersebut,” beber Hafizh.

Selanjutnya, banyak medali yang dikumpulkan Hafizh. Terbaru, lewat ajang Kings Archery di Depok, Indonesia Memanah 3 di Taman Mini, dan di UI Open Archery 2018, yang ketiganya merupakan ajang nasional. ”Di UI Open Arc­hery 2018, saya bahkan men­dapatkan dua medali, yaitu emas untuk kategori kualifikasi, dan perak untuk kategori eliminasi,” tutur Hafizh.

Keikutsertaannya dalam minat bakat memanah ini merupakan kemauannya sendiri. ”Ya, saya tertarik aja, karena kan olahraga ini yang sering digeluti Rasulullah, sehingga termasuk sunahnya.Setelah digeluti, ternyata sangat menyenangkan,” ceritanya.

Siswa lainnya, Muhammad Alif W. S, memiliki alasan lain. Menurutnya minat bakat panahan ini sangat menantang. “Karena dalam memanah, kita harus fokus dan harus tenang serta sabar, bisa mengendalikan emosi.Kalau tidak begitu, biasanya tidak tepat sasaran,” jelasnya.

Alif yang kini duduk di kelas 9 ini baru mengikuti panahan di kelas 8, dan

sempat tidak di­per­­boleh­kan orang tuanya. ”Karena me­mang saya sejak dulu tidak pernah serius dalam mengikuti ekstar­kurikuler, akhirnya saya coba yakinkan orang tua, sehingga mereka mengizinkan dengan syarat, ya harus fokus. Dari situ saya mulai fokus di pana­han ini,” ceritanya.

Alif pun banyak mengum­pulkan medali. Bahkan menjadi altlet daerah dan sedang ber­latih untuk Porda.

”Saya berha­rap mulai dari mengikuti Porda ini, saya bisa mewujudkan mim­pi saya untuk menjadi atlet nasional yang bisa mem­bawa nama baik negara Indo­nesia, karena dari Porda, bisa ke Pra-PON, lalu ke PON,” tuturnya.

Iajuga mengaku akan serius dan giat berlatih agar bisa mengikuti ajang

internasional. ”Sehingga dari divisi standar yang hanya bisa ikut di ajang nasional bisa beralih ke divisi recurve dengan jarak yang lebih jauh. Jadi bisa ikut ajang internasional,” beber Alif.

Menurut guru pembina lomba, Abraham, prestasi siswa SMPIT Ummul

Quro di minat bakat panahan ini meningkat setiap tahun. ”Seperti Alif dan Hafizh, saat pertama kali mengikuti panahan, belum ada prestasi.Tapi ketika diikutkan lomba, mereka termotovasi, terlebih ketika mendapatkan medali,” jelasnya.

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Rindi, Penyanyi Cilik dari SLB Negeri Purwakarta

Rindi, Penyanyi Cilik dari SLB Negeri Purwakarta

Bisa karena biasa. Ungkapan itu pantas disematkan kepada Rindi Aprliani Hasyyah. Meski masih berusia 8 tahun, bakat menyanyi siswi SLB Negeri Purwakarta tersebut diatas rata-rata anak seusianya. Yang terbaru, Rindi diundang  untuk menyanyi dalam kegiatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh SMKN 2 Purwakarta. Terasahnya bakat Rindi tak lepas dari peran orang tua serta SLB yang mampu menggali kemampuannya.

Ibunda Rindi, Siti Aisyah bercerita, buah hatinya mulai mencintai dunia musik sejak umur dua tahun. “Saat mendengarkan musik anak-anak, tangannya langsung otomatis digerakan, seolah-olah menabuh gendang. Terus dia mulai ikut nyanyi. Daya tangkapnya ke lagu pun bagus. Dia cepat tangkap dan mudah meningat lagu-lagu yang dia dengarkan,” tuturnya saat ditemui di SLB Negeri Purwakarta, Jalan Veteran, Nagrikaler, Kabupaten Purwakarta, 22 November 2018.

Menyadari bakat yang dimiliki anak sulungnya, Siti pun selalu

mengajarkan anaknya menyanyi melalui gawai dengan cara memperdengarkan lagu kepadanya. Karena daya tangkap yang cepat, Rindi tak kesulitan bahkan sangat antusias ketika mendengarkan semuanya. Bakat Sisw yang duduk dibangku kelas 1 SD ini pun mulai terasah ketika masuk di SLB. “Setelah masuk sekolah, didampingi Pak Mulyana (Guru Kesenian), potensinya mulai terasah,” ucap Siti.

Selain menggal potensi, SLB juga menjadikan Rindi untuk adaptif terhadap lingkungan yang ada di sekitar. “Dulu dia selalu ketakutan kalau mendengar suara bising di sekitar rumah. Jadi ketika dia mausk SLB, saya mau dia lebih adaptif terhadap lingkungan yang ada disekitar,” kata Siti.

Selain piawai bernyanyi, siswi kelahiran 17 April 2010 tersebut pun telah

menguasai alat musik pianika. Bahkan siswi yang mengidolakan Nissa Santan tersebut berkeinginan untuk belajar memetik piano.”Ingin belajar piano yang gede kayak Pa Mul,” tutur Rindi dengan polosnya. 

Wakil Kepala Sekolah SLB Negeri Purwakarta, Ima Teguh Trismawati mengatakan, bakat yang dimiliki siswa berkebutuhan khusus memang akan digali lebih dalam di SLB. Selain menumbuhkan rasa percya diri, SLB harus mampu meningkatan potensi yang dimiliki oleh siswanya. 

“Sehingga, bakat yang dimiliki mampu membuktikan kepada masyarakat

untuk jangan pernah memandang siswa SLB dengan sebelah mata, mereka adalah inspirasi” ucap Ima.***

Baca Juga :

SMKN 1 Cipanas akan Adakan Lokakarya Bisnis Daring

SMKN 1 Cipanas akan Adakan Lokakarya Bisnis Daring

SMKN 1 Cipanas Kabupaten Bogor akan melaksanakan Lokakarya di

bidang pemasaran berbasis daring pada 13-14 Februari mendatang. Dalam lokakarya tersebut,  SMKN 1 Cipanas menggandeng situs belanja berbasis daring, Shopee untuk menjadi narasumber. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa, khususnya siswa jurusan bisnis daring dan pemasaran.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Cipanas, Iwan Eddy Irawan

mengatakan, kegiatan tersebut akan diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI jurusan bisnis daring dan pemasaran. “Selain itu juga, kita undang perwakilan siswa dari jurusan lain guna menambah wawasan di bidang pemasaran,” tutur Iwan saat dihubungi via daring, Senin, (12/21/2019).

Iwan mengatakan, lokakarya tersebut menjadi penting karena pembahasannya sesuai dengan kondisi pasar saat ini dimana aktivitas pemasaran berjalan di media daring. “Jadi pembahasan pasar sekarang itu bukan pasar yang ada wujudnya seperti di pasar, tapi di dunia maya, yang tak mengenal waktu, kapanpun bisa diakses,” tambahnya.

Dia pun meyakini, siswa jurusan bisnis daring dan pemasaran akan

mudah diserap di dunia kerja karena sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Iwan pun berharap, kegiatan tersebut mampu meningkatkan kompetensi siswa. “Kita berharap siswa lulusan kita dapat menjadi juragan usaha sekolah,” pungkasnya.***

Sumber :

https://vidmate.co.id/

© 2008 Zuraida Amala