Zuraida Amala

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Cara Pertama Menangkal Hoaks Adalah Waspadai Kabar Bombastis

Cara Pertama Menangkal Hoaks Adalah Waspadai Kabar Bombastis

Penyebaran berita bohong alias hoaks di negeri ini tidak bisa dianggap enteng. Apalagi, jumlah pengguana internet diperkirakan menembus 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen dari jumlah penduduk di seluruh Indonesia.

Oleh karena itulah, peran media, terutama yang berbasis siber sangat penting untuk membantu masyarakat menangkal badai berita bohong yang semakin hari semakin kencang berembus serta meresahkan tersebut.

Hal inilah pesan utama dalam Lokakarya Media II bertajuk ’Pengenalan Media Siber, Berita Hoaks, Serta Peraturan yang Terkait’ yang dilaksanakan di The Singhasari Resort, Batu, pada 5 dan 6 Agustus 2019 tersebut.
Bupati Magetan Suprawoto (kiri) menjadi salah seorang pembicara pada Lokakarya Media II di Batu, Jawa Timur (6/8). (Ainur Rohman/Jawa Pos )

Acara ini diinisiasi oleh SKK Migas dengan mengundang 34 redaktur media

cetak, elektronik, online dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lokakarya ini juga diikuti perwakilan dari Kontraktor Kontrak Kerjasama Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa).
Jangan anggap remeh jika gatal terus menerus pada tubuh Anda
Ahli medis ungkap cara cepat basmi parasit
Diskon gila-gilaan. S9 hanya 2 juta rupiah sampai akhir tahun!
Sisa 10 pcs. Segera dapatkan hanya dengan harga diskon!
Cukup 5 menit setiap harinya untuk menyehatkan sendi
Rasa nyeri pada sendi hilang dengan teratur melakukan
S9 hanya Rp. 2.150.000! Harga termurah hanya di sini! Fitur terbaru dengan teknologi canggih!
Copy asli S9 dengan kualitas terpercaya! Laris di pasar internasional

Dalam materinya, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)

periode 2017-2020 Wenseslaus Manggut mengatakan bahwa masyarakat harus lebih hati-hati ketika menerima informasi baru. Terutama yang berasal dari media sosial. Sebab, bisa saja itu adalah berita palsu.

Untuk mengukurnya, Wenseslaus mengatakan bahwa ada beberapa ciri bahwa berita tersebut bisa saja mengandung hoaks. Antara lain kabar tersebut sangat bombastis, sensasional, menumpangi isu yang sedang ramai, dan seringnya menjelek-jelekkan seorang tokoh secara berlebihan dan cenderung ekstrem. ’’Jadi memang harus diverifikasi betul kebenarannya,’’ ucapnya.

Wenseslaus menambahkan bahwa dari studi yang dilakukan oleh sejumlah

akademisi dari New York University dan Princeton University yang sudah dimuat dalam lama Science Advance, orang tua justru menjadi sosok kunci dalam penyebaran hoaks.

Sumber :

https://nashatakram.net/

Comments are closed.

© 2008 Zuraida Amala